Featured

Bebas Tambang di Laut Kepri? Ratusan Izin Kuasai Pulau Kecil, Nelayan Marah dan Ekosistem Terancam!

Telegrapnews.com, Batam – Pulau-pulau kecil dan laut di Kepulauan Riau (Kepri) kini terancam parah! Ratusan izin tambang berlomba-lomba menguasai wilayah perairan, mulai dari Batam, Bintan, hingga Karimun.

Data geoportal Kementerian ESDM memperlihatkan ada lebih dari 115 konsesi tambang seluas 132.000 hektar yang mengintai ekosistem laut “segantang lada” ini.

Kabupaten Karimun jadi pusat perhatian karena menjadi wilayah dengan izin usaha pertambangan (WIUP) paling banyak. Sayangnya, izin-izin itu untuk tambang timah dan pasir laut ini menuai protes keras dari nelayan tradisional yang khawatir habitat ikan dan mata pencaharian mereka hancur.

Tambang pasir laut marak di perairan Karimun, mengancam ekosistem laut dan nelayan tempatan (dok mongabay)

“Kami nelayan jelas menolak izin tambang pasir laut karena dampaknya bisa fatal. Ini bukan cuma soal ekonomi, tapi juga ekologi yang bakal rusak parah,” ujar Distrawandi, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri dikutip mongabay, Selasa (15/7/2025).

Padahal, pemerintah mengklaim seluruh izin tambang ini telah tertuang dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), dan sudah disetujui oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun, dokumen tersebut masih belum disahkan sepenuhnya dan menuai kritik soal sinkronisasi antarinstansi.

Suara Aktivis Lingkungan

Aktivis lingkungan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) memperingatkan bahwa tambang pasir laut akan merusak terumbu karang, memperkeruh air, dan memiskinkan nelayan secara perlahan. Apalagi, berdasarkan putusan Mahkamah Agung, ruang laut seharusnya bebas dari aktivitas tambang demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sementara itu, banyak konsesi tambang di Kepri masih dalam tahap eksplorasi, dengan beberapa perusahaan belum mendapat izin operasional penuh karena belum memenuhi persetujuan teknis. Meski begitu, potensi kerusakan lingkungan sudah sangat mengkhawatirkan.

“Jika tambang laut terus dibiarkan, nelayan akan terpaksa melaut semakin jauh hingga ke perbatasan negara, berisiko tertangkap dan kehilangan mata pencaharian,” kata Parid Ridwanuddin, peneliti kelautan.

Dengan luas wilayah laut yang jauh lebih besar dari daratan, Kepri menghadapi dilema geopolitik sekaligus lingkungan. Para nelayan dan aktivis mendesak pemerintah pusat membatalkan izin-izin tambang yang berpotensi mematikan ekosistem laut dan menghancurkan ekonomi rakyat pesisir.

Saat pemerintah berbicara soal ekonomi biru dan pembangunan berkelanjutan, kenyataannya puluhan WIUP dan izin tambang yang terbit justru mengancam masa depan laut Kepri. Apakah ambisi pertumbuhan ekonomi ini layak mengorbankan laut dan nelayan?

Editor: dr

Share

Recent Posts

  • Nasional

Patriot Bond jadi Karpet Merah bagi Penjahat Pencucian Uang

Uang hasil tindak pidana pencucian uang. F. Istimewa Telegrapnews.com - Langkah aparat penegak hukum terkunci…

1 hari ago
  • Kepri

Kapolri Lakukan Penyegaran Organisasi Melalui Mutasi Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri

Gedung Polda Kepri. F. istimewa TelegrapNews.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melaksanakan rotasi dan…

1 hari ago
  • Hukum Kriminal

Sabu Disamarkan ke Perlengkapan Bayi, Hendak Dikirim ke Kendari via Ekspedisi

Kabid Humas Polda Kepri dan jajaran Polresta Barelang saat menggelar konfrensi pers pengungkapan narkoba di…

1 hari ago
  • Batam

Realisasi Investasi Capai Rp44,01 Triliun, Tumbuh 72,83 Persen

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad f. istimewa TelegrapNews.com - Di tengah…

2 hari ago
  • Batam

Jaringan Promosi Judi Online Internasional, Polisi Tangkap Lima Orang dan Amankan Aset Miliaran Rupiah

Kabid Humas Polda Kepri dan Jajaran Polda Kepri memberikan keterangan terkait pengungkapan Judi online di…

2 hari ago
  • Kepri

Kapolda Kepri Gelar Kenduri Kebangsaan dan Tausiah Bersama Ustadz Abdul Somad‎

Acara kenduri kebangsaan di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri. F. Istimewa TelegrapNews.com – Dalam rangka…

2 hari ago