Hukum Kriminal

Korupsi Alih Fungsi Hutan di Rempang: Kejari Batam Gandeng BPK Pastikan Nilai Kerugian

Telegrapnews.com, Batam – Kejari Batam saat ini masih menyidik kasus tindak pidana korupsi yang merugikan negara akibat alih fungsi hutan di kawasan Rempang, Batam. Hingga saat ini, tim penyidik tengah meminta bantuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memastikan nilai kerugian negara dalam kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, I Ketut Kasna Dedi, mengungkapkan bahwa tim Pidana Khusus (Pidsus) masih bekerja dalam menyelidiki dugaan korupsi tersebut.

“Penyidikan masih berjalan, tim kami masih bekerja,” tegas Kasna saat ditemui di ruang kerjanya.

Kasna menambahkan bahwa salah satu hal yang tengah diproses adalah meminta bantuan dari BPK untuk memastikan nilai kerugian negara, yang merupakan salah satu alat bukti dalam proses penyidikan.

“Kami sedang minta bantuan BPK untuk nilai kerugian negara,” lanjutnya.

Lebih dari 20 saksi telah diperiksa sejauh ini, yang berasal dari berbagai pihak, termasuk PT SMS, Dinas Kehutanan, KPHL, Dinas Ketahanan Pangan, BP Batam, hingga ahli kerugian negara.

“Untuk saksi sudah lebih dari 20 orang, di antaranya 7 saksi dari perusahaan tersebut,” tambah Kasna.

Dalam perkembangan penyidikan, Kasna juga mengungkapkan bahwa meskipun banyak perusahaan yang diperiksa, baru satu perusahaan yang masuk ke tahap penyidikan.

“Untuk perusahaan ada beberapa, tapi yang masuk proses penyidikan baru satu perusahaan,” ujar Kasna.

Penyidik Kejaksaan Negeri Batam mendalami dugaan korupsi terkait perusahaan yang beroperasi di Pulau Rempang, Batam, yang diduga telah melakukan kegiatan usaha pembibitan hewan ternak dengan memanfaatkan kawasan hutan secara ilegal.

PT SMS, yang telah beroperasi sejak empat tahun lalu, diduga telah merugikan negara miliaran rupiah.

Penyidikan ini diharapkan dapat membuka fakta-fakta baru dan membawa pelaku tindak pidana korupsi ini ke pengadilan.

Editor: jd

Share

Recent Posts

  • Batam

Update Jadwal dan Harga Tiket Kapal Roro Batam–Buton, Siak! Perjalanan 18 Jam, Mulai Rp87 Ribu Saja!

Telegrapnews.com, Batam – Kabar gembira bagi Anda yang ingin menyeberang dari Batam ke Tanjung Buton,…

8 menit ago
  • Hukum Kriminal

Mau Dikirim ke Batam, Polisi Gagalkan Penyelundupan 710 Ribu Benih Lobster Ilegal Senilai Rp 38,8 Miliar di Bandara Soetta!

Telegrapnews.com, Tangerang – Aksi penyelundupan besar-besaran benih bening lobster (BBL) ilegal berhasil digagalkan Polresta Bandara…

16 menit ago
  • Politik

Mantan Caleg NasDem Ungkap Kekecewaan: Tak Ada Perhatian, Padahal Ikut Menangkan Kursi DPRD Tanjungpinang!

Telegrapnews.com, Tanjungpinang – Aroma kekecewaan menyeruak dari internal Partai NasDem Tanjungpinang. Seorang mantan Calon Legislatif…

22 jam ago
  • Hukum Kriminal

Geger Beras Oplosan di Pekanbaru! Polda Riau Sita 9 Ton, Ungkap Modus Licik dan Libatkan Merek Premium!

Telegrapnews.com, Pekanbaru — Skandal beras oplosan kembali mengguncang publik! Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau…

23 jam ago
  • Featured

Benarkah Batam Bebas Beras Oplosan? Fakta Lama Terungkap, Mafia Beras Masih Gentayangan!

Telegrapnews.com, Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) baru-baru ini menyatakan bahwa Batam dan…

23 jam ago
  • Featured

Batam Terkepung Mafia Pangan: Di Balik Oplosan Beras, Ada Rente, Kartel, dan “Dispensasi Ilegal”

Telegrapnews.com, Batam — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengecam praktik pengoplosan beras subsidi menjadi beras…

2 hari ago