More

    Pemerintah RI Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kecelakaan Bus Haji di Arab Saudi

    Ilustrasi jemaah haji yang akan berangkat dari Surabaya ke tanah suci. f. humas PPIH Surabaya

    TelegrapNews.com – Pemerintah Indonesia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan bus Jamaah Haji Indonesia (JHI) Kloter SUB-2 dan Kloter JKS-1 dan memastikan insiden tersebut telah ditangani dengan baik.

    “Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah tengah menangani kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami kelompok Jamaah Haji Indonesia (JHI) pada 28 April 2026 di Arab Saudi,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

    BACA JUGA:  Kapolda Riau Warning Keras Penambang Liar: Tunggu Penataan WPR, Jangan Rusak Alam!

    Heni juga mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden yang melibatkan bus Jamaah Haji Indonesia (JHI) tersebut saat perjalanan kembali dari kegiatan ziarah dan wisata kota (city tour) di Jabal Magnet.

    Heni menjelaskan terdapat 10 orang terluka, tujuh di antaranya adalah jemaah dari Kloter JKS-1 asal Jawa Barat. Mereka mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan serta telah kembali ke Hotel Andalus Golden.

    Sedangkan tiga orang lainnya berasal dari Kloter SUB-2 asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

    BACA JUGA:  Tokoh Pers Nasional Siap Hadiri Hari Pers Nasional 2025 di Pekanbaru

    Menurut Heni, dua orang dari Kloter SUB-2 telah diperbolehkan kembali ke hotel setelah mendapatkan penanganan medis, sedangkan satu orang lainnya yang berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba.

    “Saat ini, KJRI Jeddah terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, penyelenggara perjalanan, serta pihak terkait guna memastikan seluruh jemaah memperoleh penanganan dan pendampingan yang diperlukan,” ujar Heni.

    Sementara itu, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Surabaya Asadul Anam mengatakan dugaan sementara kecelakaan yang terjadi pada 28 April itu akibat sopir bus tidak dapat mengendalikan laju kendaraan saat berpapasan dengan kendaraan lain yang muncul secara tiba-tiba dari sisi jalan.

    BACA JUGA:  PWI Tetap Satu, Kisruh Kepengurusan Bermula dari Kasus Cash Back Dana Bantuan UKW BUMN

    Bagian depan bus dilaporkan mengalami ringsek dan kerusakan parah.

    Jabal Magnet merupakan kawasan dengan kontur jalan menanjak yang terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Madinah dan menjadi salah satu destinasi wisata keagamaan bagi para jemaah yang berkunjung ke wilayah tersebut.(*)

    sumber: antara

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini