Kepri

Polda Kepri Tegaskan Zero Tolerance Karhutla, Imbau Masyarakat Patuhi Larangan Karhutla

Telegrapnews – Polda Kepulauan Riau menegaskan komitmen zero tolerance terhadap segala bentuk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Kapolda Kepri melalui Kabid Humas Polda Kepri menyampaikan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Tidak ada toleransi terhadap pelaku Karhutla. Siapa pun yang dengan sengaja membakar hutan dan lahan akan kami tindak tegas dan proses hukum tanpa pengecualian,” tegas Kabid Humas Polda Kepri.

Karhutla merupakan ancaman serius yang berdampak pada kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, serta kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Dalam rangka pencegahan, Kapolda Kepri melalui Kabid Humas Polda Kepri mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk:

  1. Tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar;
  2. Tidak membakar hutan dan lahan dalam bentuk apa pun;
  3. Tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran;
  4. Tidak meninggalkan api dalam kondisi menyala di area hutan maupun lahan;
  5. Menggunakan metode ramah lingkungan dalam membuka lahan tanpa pembakaran;
  6. Segera melaporkan apabila terjadi kebakaran atau ditemukan titik api kepada pihak Kepolisian atau aparat terdekat.

Polda Kepri bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus meningkatkan patroli terpadu, pemantauan titik panas (hotspot), serta penegakan hukum secara intensif di wilayah rawan Karhutla.

Kabid Humas menegaskan bahwa setiap kejadian kebakaran akan ditelusuri hingga tuntas untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan.

“Setiap titik api akan kami selidiki. Apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan, pelaku akan langsung diproses hukum. Tidak ada kompromi,” ujarnya.

Pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana penjara hingga 15 tahun dan denda hingga Rp15 miliar.

Polda Kepri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kepulauan Riau.

“Peran serta masyarakat sangat penting. Mari bersama kita jaga lingkungan dan cegah Karhutla demi masa depan yang lebih baik,” jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Pada kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin menyampaikan pengaduan agar dapat menghubungi Call Center 110 atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps yang tersedia di Google Play dan App Store.(*)

Share

Recent Posts

  • Batam

Realisasi Investasi Capai Rp44,01 Triliun, Tumbuh 72,83 Persen

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad f. istimewa TelegrapNews.com - Di tengah…

7 jam ago
  • Batam

Jaringan Promosi Judi Online Internasional, Polisi Tangkap Lima Orang dan Amankan Aset Miliaran Rupiah

Kabid Humas Polda Kepri dan Jajaran Polda Kepri memberikan keterangan terkait pengungkapan Judi online di…

8 jam ago
  • Kepri

Kapolda Kepri Gelar Kenduri Kebangsaan dan Tausiah Bersama Ustadz Abdul Somad‎

Acara kenduri kebangsaan di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri. F. Istimewa TelegrapNews.com – Dalam rangka…

11 jam ago
  • Batam

Membangun Fondasi Sepak Bola dari Perbatasan, BP Batam Gelar Festival Sepakbola Internasional

Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy…

1 hari ago
  • Opini

MENUJU INDONESIA BERSINAR 2045 JAGA MARWAH KEPRI SEBAGAI BERANDA NEGERI

Syamsul Paloh. F. Istimewa Oleh: SYAMSUL PALOH Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika Provinsi Kepulauan…

1 hari ago
  • Nasional

Langit Indonesia Didominasi Cuaca Mendung

Ilustrasi cuaca mendung dan berawan. F. Dok telegrapnews.com TelegrapNews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika…

2 hari ago