Batam

Presiden LIRA Sebut Ada Keterlibatan Ketua Lembaga Anti Korupsi Dalam Dugaan Mafia Hukum di Kasus Limbah B3 Batam

Presiden LIRA Sebut Ada Keterlibatan Ketua Lembaga Anti Korupsi Dalam Dugaan Mafia Hukum di Kasus Limbah B3 Batam

Telegrapnews.com – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) melalui Jusuf Rizal mengatakan kuat dugaan keterlibatan Ketua Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin dalam praktik mafia hukum di perkara limbah beracun berbahaya ( B3) yang diangkut MT TUTUK sekitar 1 tahun 5 bulan yang lalu di perairan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau.

Menurut Jusuf Rizal, penangan kasus MT TUTUK yang dikenai pasal 106 jo pasal 69 ayat (1) huruf d jo pasal 116 ayat (1) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp 5.000.000.000 dan paling banyak Rp 15.000.000.000 disinyalir adanya praktik mafia hukum dengan melibatkan lintas instasi serta lembaga anti korupsi.

“Ada mafia hukum dalam kasus MT TUTUK ini, saya kan bongkar siapapun yang terlibat di dalamnya, tidak pandang bulu,” tegas Jusuf kepada media ini Kamis 4/1/2024.

Ditambahkannya, imbas tidak dijalankannya putusan Pengadilan Negeri Batam oleh Gakkum KLHK semakin memperjelas adanya praktik mafia hukum dalam kasus ini.

“LIRA versus MAKI, kita akan buktikan siapa yang benar dan siapa yang salah,” ujarnya dengan nada tinggi.

Jusuf Rizal menjelaskan, Sunardi cs, penyidik Gakkum KLHK Batam, Kepri atas perintah Direktur Pidana Gakkum, Yazid Nur Hadi mendatangi kapal MT. Tutuk milik PT. Pelayaran Nasional Jaticatur Niaga Trans (PNJNT) yang merupakan anggota Hiplindo (Himpunan Pengusaha Lira Indonesia) dengan basis bisnis pengangkutan Fuel Oil.

Gakkum KLHK Batam, Kepri mengambil sampel Fuel Oil dari Kapal MT. Tutuk dan menyebutkan Fuel Oil tersebut sebagai Limbah B3. Kemudian melakukan penyegelan kepada 5.500 ton Fuel Oil tanpa dasar hukum atau semena-mena.

Sebelumnya, Boyamin Saiman Koordinator MAKI mengatakan kepada sejumlah media, muatan MT TUTUK adalah limbah B3 dan Boyamin juga menyebutkan hasil investigasinya bahwa perusahaan PT. PNJNT telah membuang limbah B3 kelautan dan daratan yang merusak lingkungan hidup. (*)

Share

Recent Posts

  • Hukum Kriminal

Samarkan Narkoba ke Kemasan Makanan Kering, BNN Ungkap Jaringan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia

Ilustrasi berbagai jenis narkoba. F. Chatgpt TelegrapNews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri bersama…

6 jam ago
  • Hukum Kriminal

Diduga Simpan Narkoba Puluhan Kilogram, BNN Kepri Grebek Ruko di Batuampar

Terlihat mobil dinas milik BNN Kepri menunggu deoan ruko yang menjadi lokasi penggrebekan di Batuampar.…

8 jam ago
  • Nasional

Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia, Ini Dia Daerah dengan Kualitas Udara Paling Tidak Sehat di Dunia

Ilustrasi kualitas udara yang buruk di Jakarta. F. Istimewa TelerapNews.com - Situs pemantau kualitas Udara…

12 jam ago
  • Nasional

1.583 WNI Jalani Proses Hukum di Johor Bahru,107 Orang Terima Bantuan Kemanusiaan

Sejumlah WNI Binaan di penjara di Johor Bharu Malaysia. F. Istimewa TelegrapNews.com - Menjelang HUT…

13 jam ago
  • Batam

Penerima Alokasi Wajib Laporkan Progres Pembangunan Maksimal 31 Agustus 2026

BP Batam bakal menerbitkan Perka baru soal lahan tidur di Batam (ilustrasi) TelegrapNews.com - Badan…

14 jam ago
  • Ekonomi

Harga Emas Naik Hingga Rp15 Ribu per Gram

Ilustrasi Emas. F . Istimewa TelegrapNews.com - Harga emas Antam, yang dipantau dari laman Logam…

1 hari ago