Hukum Kriminal

Terungkap! Ini Arti Sebenarnya ‘Beras Oplosan’ Versi Polri, Bukan Dicampur Sembarangan!

Telegrapnews.com, Jakarta — Isu beras oplosan makin panas! Tapi tahukah kamu, ternyata beras oplosan bukan berarti mencampur dua jenis beras berbeda secara asal-asalan. Penjelasan resminya baru saja disampaikan langsung oleh Satgas Pangan Polri dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim, Kamis (24/7/2025).

Brigjen Pol Helfi Assegaf, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim sekaligus Kepala Satgas Pangan Polri, membeberkan definisi sebenarnya:

“Yang dimaksud beras dioplos itu bukan dicampur sembarang jenis. Tapi, komposisi beras utuh dan pecahan tidak sesuai standar. Biasanya pecahannya lebih dari batas normal,” tegasnya.

Modus Nakal: Setting Mesin Sengaja Disalahkan

Untuk bisa diklaim sebagai beras premium, karung beras harus berisi minimal 85% butiran beras utuh (beras kepala) dan hanya boleh maksimal 15% beras pecah. Namun faktanya, beberapa produsen secara sengaja mengakali standar mutu ini.

“Pecahan bisa sampai 20–25%, padahal seharusnya maksimal 15%. Ini akal-akalan produsen untuk menjual lebih mahal dari kualitas aslinya,” ungkap Helfi.

Modus lain yang diungkap adalah menyetel mesin penyosoh beras dengan sengaja ke pengaturan yang salah, sehingga menghasilkan lebih banyak beras pecah, tapi tetap dikemas dan dijual sebagai premium.

Kasus Beras Oplosan Naik ke Penyidikan!

Bareskrim Polri telah menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, meskipun hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengumpulkan bukti kuat dan melakukan gelar perkara.

Pasal yang disangkakan kepada pelaku:

  1. Pasal 62 juncto Pasal 8 ayat 1 huruf A dan F UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, terkait label palsu dan mutu tak sesuai.
  2. UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Yang diperjualbelikan adalah produk beras yang tidak sesuai mutu dengan label yang dijanjikan,” jelas Helfi.

Kenapa Masalah Ini Serius? Berat Beras Bisa Tipu Konsumen!

Menurut Satgas Pangan, perbedaan kadar pecahan juga bisa berdampak pada kadar air beras, yang secara langsung memengaruhi berat karung beras.

Artinya, masyarakat bisa saja membayar harga premium untuk kualitas rendah, dan mendapat berat yang lebih ringan saat kadar air menguap. Ini adalah penipuan terselubung yang sangat merugikan konsumen!

Satgas Pangan Warning: Jangan Main-main dengan Standar Mutu!

Satgas Pangan Polri bersama Kementerian Pertanian, Bulog, dan Bapanas terus memperketat pengawasan dan menghimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan beras premium yang terlihat mencurigakan.

Editor: dr

Share

Recent Posts

  • Hukum Kriminal

Samarkan Narkoba ke Kemasan Makanan Kering, BNN Ungkap Jaringan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia

Ilustrasi berbagai jenis narkoba. F. Chatgpt TelegrapNews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri bersama…

16 jam ago
  • Hukum Kriminal

Diduga Simpan Narkoba Puluhan Kilogram, BNN Kepri Grebek Ruko di Batuampar

Terlihat mobil dinas milik BNN Kepri menunggu deoan ruko yang menjadi lokasi penggrebekan di Batuampar.…

18 jam ago
  • Nasional

Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia, Ini Dia Daerah dengan Kualitas Udara Paling Tidak Sehat di Dunia

Ilustrasi kualitas udara yang buruk di Jakarta. F. Istimewa TelerapNews.com - Situs pemantau kualitas Udara…

23 jam ago
  • Nasional

1.583 WNI Jalani Proses Hukum di Johor Bahru,107 Orang Terima Bantuan Kemanusiaan

Sejumlah WNI Binaan di penjara di Johor Bharu Malaysia. F. Istimewa TelegrapNews.com - Menjelang HUT…

24 jam ago
  • Batam

Penerima Alokasi Wajib Laporkan Progres Pembangunan Maksimal 31 Agustus 2026

BP Batam bakal menerbitkan Perka baru soal lahan tidur di Batam (ilustrasi) TelegrapNews.com - Badan…

1 hari ago
  • Ekonomi

Harga Emas Naik Hingga Rp15 Ribu per Gram

Ilustrasi Emas. F . Istimewa TelegrapNews.com - Harga emas Antam, yang dipantau dari laman Logam…

2 hari ago