Hukum Kriminal

Ditresnarkoba Polda Sultra Gagalkan Penyulundupan 645 Gram Sabu di Bandara Haluoleo, Satu Kurir Asal Batam Ditangkap

Telegrapnews.com, Kendari -Tim Opsnal Unit 2 Sub Direktorat (Subdit) 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 645 gram di Bandara Haluoleo, Kendari.

Seorang pria bernama ZN (29 tahun), yang diduga sebagai kurir sabu lintas provinsi, dari Batam, ditangkap sesaat setelah turun dari pesawat pada Minggu (9/2/2025).

Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait peredaran gelap narkoba yang berasal dari Batam dan menuju Kendari. Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Sultra kemudian melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan TNI AU yang bertugas di Bandara Haluoleo untuk memastikan keberadaan tersangka.

Pada pukul 08.00 WITA, tim berhasil mengamankan tersangka segera setelah tiba di Kendari. “Saat dilakukan penggeledahan badan dan barang bawaan yang disaksikan oleh dua petugas Avsec Bandara Haluoleo, kami menemukan 15 paket sabu dengan total berat bruto 645 gram. Barang disembunyikan dalam sepatu Nike berwarna cokelat yang dikenakan tersangka,” ujar Kompol M. Risal Syahril, Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Sultra.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut di Batam, Kepulauan Riau, dan berniat untuk membawanya ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Ia juga mengungkapkan bahwa tindakannya dikendalikan oleh seorang narapidana berinisial ICA yang kini berada di Lapas Kelas II B Ampana.

Selain narkoba, petugas juga menyita berbagai barang bukti non-narkotika, termasuk koper hitam, pakaian, telepon seluler Infinix Smart 9, boarding pass penerbangan, dan sejumlah potongan lakban cokelat.

Tersangka dan seluruh barang bukti kini telah diamankan di Mako Ditresnarkoba Polda Sultra untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau seumur hidup,” tegas Kompol M. Risal Syahril.

Editor: jd

Share

Recent Posts

  • Ekonomi

Harga Emas Meroket Lagi, Cek Harganya

Ilustrasi Emas Antam. F istimewa TelegrapNews.com - Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam…

1 hari ago
  • Nasional

Pemerintah Buka Pelatihan Vokasi Nasional, Ini Jadwal pendaftaran dan Persyaratannya

Ilustrasi pelatihan vokasi nasional batch 1. f. Istimewa TelegrapNews.com - Pemerintah secara resmi telah membuka…

1 hari ago
  • News Update

Satgas TPPO Provinsi Kepri Kawal Pemulangan 150 PMI Deportasi dari Malaysia

Pihak kepolisian sedang memeriksa kesehatan WNI yang dideportasi dari Malaysia. F. Istimewa TelegrapNews.com - Satuan…

1 hari ago
  • Kepri

Polda Kepri Berhasil Ungkap Penyelundupan 5.037 Kotak Daging Ilegal dan Ratusan Karung Balpres

Pengungkapan penyulundupan barang ilegal oleh Polda Kepri. F. Istimewa TelegrapNews.com - Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil…

2 hari ago
  • Nasional

KPK Tangkap Pejabat Ditjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap Impor Barang Tiruan

Ilustrasi gedung KPK. F. Istimewa TelegrapNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap seorang tersangka baru…

2 hari ago
  • Nasional

Mantan Dirut PT Pertamina Sebut Rp 75 Miliar untuk Amankan Pihak-pihak Tertentu agar Tak Terjerat Korupsi

Ilustrasi korupsi dan penyuapan. F Unsplash TelegrapNews.com - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, Karen…

2 hari ago