Batam

Polemik Nama Flyover Laksamana Ladi: Antara Sejarah dan Kearifan Lokal

Telegrapnews.com, Batam – Penamaan Flyover Laksamana Ladi di Batam yang diresmikan pada 31 Desember 2024 terus menuai kontroversi. Sejumlah pihak, termasuk tokoh Melayu dan peneliti sejarah, mempertanyakan keberadaan nama tersebut dalam sejarah Kesultanan Melayu Lingga.

Menurut Dedi Arman, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tidak ada bukti sejarah yang mencatat nama Laksamana Ladi dalam tradisi Kesultanan Melayu Lingga.

“Saya belum pernah mendengar nama Laksamana Ladi di kerajaan Melayu atau Melayu Lingga. Jika Ladi adalah tokoh lokal, kemungkinan ia seorang Batin, bukan Laksamana,” ujar Dedi, Kamis (2/1/2024).

Ia menambahkan bahwa “Ladi” lebih mungkin merujuk pada suku atau kelompok Melayu Ladi yang berasal dari Mindanao, Filipina, bukan wilayah Melayu Lingga.

Hal senada diungkapkan oleh Datok Machmur Ismail, anggota Dewan Kehormatan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Sebagai tokoh yang lahir dan besar di Batam, Machmur mengaku tidak pernah mendengar nama Laksamana Ladi dalam tradisi lisan masyarakat Melayu.

“Saya sudah 75 tahun tinggal di sini, tetapi nama itu baru saya dengar. Sei Ladi sendiri diyakini berasal dari banyaknya pohon keladi yang tumbuh di daerah tersebut,” ujar Machmur, Rabu (1/1/2024).

Pihak LAM Batam dan LAM Kepri telah meminta Kepala BP Batam untuk meninjau kembali penggunaan nama tersebut.

Versi BP Batam

Di sisi lain, BP Batam menjelaskan bahwa penamaan Flyover Laksamana Ladi bertujuan untuk menghormati jasa seorang tokoh lokal yang dikenal melalui kearifan lokal. Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menggagas nama tersebut berdasarkan cerita lokal yang menyebutkan Laksamana Ladi sebagai pemimpin tangguh angkatan laut Melayu.

“Laksamana Ladi dikenal menjaga perairan Kepulauan Riau dari ancaman bajak laut dan kekuatan asing. Meski tidak tertulis di literatur resmi, kisahnya merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat,” ungkap Komandan Lantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto, saat peresmian flyover.

Sei Ladi sendiri telah lama digunakan sebagai nama waduk dan kini diabadikan untuk flyover sebagai penghormatan terhadap jasa tokoh tersebut.

Kontroversi Berlanjut

Namun, kritikus berpendapat bahwa penamaan infrastruktur publik seharusnya didasarkan pada fakta sejarah yang jelas, bukan semata kearifan lokal. Mereka khawatir penggunaan nama tanpa bukti sejarah dapat menimbulkan kebingungan dan merusak pemahaman generasi mendatang tentang sejarah lokal.

Polemik ini mengundang perhatian publik, menyoroti pentingnya kajian sejarah yang mendalam sebelum memberikan penghormatan berupa nama tokoh pada fasilitas umum. Bagi masyarakat Batam, ini juga menjadi momen refleksi untuk memperkaya pemahaman tentang sejarah dan identitas lokal mereka.

Penulis: dr

Share

Recent Posts

  • Hukum Kriminal

GRANAT: Razia Tempat Hiburan Malam Harus Terus Ditingkatkan untuk Cegah Peredaran Narkoba

Syamsul Paloh. F. Istimewa TelegrapNews.com - Peredaran narkoba di tempat hiburan malam (THM) di Kota…

22 menit ago
  • Nasional

Prabowo akan Pangkas BUMN dari 1.000 Perusahaan jadi 250 Perusahaan

Presiden Prabowo Subianto. F. Istimewa TelegrapNews.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah badan usaha milik…

2 jam ago
  • Nasional

Patriot Bond jadi Karpet Merah bagi Penjahat Pencucian Uang

Uang hasil tindak pidana pencucian uang. F. Istimewa Telegrapnews.com - Langkah aparat penegak hukum terkunci…

1 hari ago
  • Kepri

Kapolri Lakukan Penyegaran Organisasi Melalui Mutasi Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri

Gedung Polda Kepri. F. istimewa TelegrapNews.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melaksanakan rotasi dan…

1 hari ago
  • Hukum Kriminal

Sabu Disamarkan ke Perlengkapan Bayi, Hendak Dikirim ke Kendari via Ekspedisi

Kabid Humas Polda Kepri dan jajaran Polresta Barelang saat menggelar konfrensi pers pengungkapan narkoba di…

1 hari ago
  • Batam

Realisasi Investasi Capai Rp44,01 Triliun, Tumbuh 72,83 Persen

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad f. istimewa TelegrapNews.com - Di tengah…

2 hari ago