Headline

Satu Tahun Pasca Penyerangan: Warga Pulau Rempang Gelar Peringatan dengan Tabur Bunga di Jembatan IV Barelang

Telegrapnews.com, Batam – Ratusan warga dari kampung tua di Pulau Rempang menggelar tabur bunga dan doa bersama di Jembatan IV Barelang, Batam, Kepulauan Riau, pada Sabtu (7/9/2024) sore.

Acara ini diadakan untuk memperingati satu tahun penyerangan terhadap warga yang menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.

Ratusan warga memulai kegiatan dengan pawai dari masing-masing kampung mereka menuju Jembatan IV Barelang, yang menjadi pintu masuk Pulau Rempang. Setelah berkumpul di Simpang Sembulang Hulu, mereka melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara.

Baca juga: Relokasi Pulau Rempang Tertunda: Proyek Rumah Relokasi Tak Sesuai Jadwal, KPK Diminta Selidiki

Miswadi, salah seorang warga Kampung Sembulang Hulu, mengenang momen penuh rasa sakit ketika gas air mata ditembakkan oleh aparat saat penyerangan tahun lalu.

“Setahun lalu, tim terpadu berusaha masuk ke Pulau Rempang untuk meminta warga meninggalkan kediaman mereka. Kami yang menolak diserang dengan gas air mata dan peluru karet,” ungkap Miswadi saat ditemui di lokasi.

Dalam kesempatan ini, Miswadi menegaskan mereka masih tetap menolak rencana relokasi.

“Kami tetap berjuang mempertahankan tanah nenek moyang kami. Selagi masalah ini tidak terselesaikan. Kami akan terus melawan,” tegasnya seperti dikutip kompas, Senin (9/9/2024).

Nenek Siti Hawa (70) juga berbagi kesedihannya mengenai peristiwa tersebut. Dia mengingat bagaimana anaknya diseret polisi bersama delapan pemuda asli Pulau Rempang yang ditangkap.

Selain itu, ia menceritakan bagaimana siswa dari SDN 24 dan SMP Negeri 22 melarikan diri ke bukit. Mereka lari akibat serangan gas air mata.

Baca juga: Ratusan Warga Kampung Nusantara Tanjungpinang Tolak Perpanjangan HGB PT Citra Daya Aditya

“Sangat zalim dan tidak pernah kami bayangkan. Banyak anak sekolah berhamburan dan lari ke bukit. Banyak yang tidak bersalah ditangkap saat itu,” ujar Siti Hawa.

Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, menjelaskan bahwa pihak kepolisian memfasilitasi kegiatan tersebut dengan mengerahkan 25 personil. Termasuk 15 dari Polsek dan 10 dari Polres, untuk mengatur lalu lintas dan memastikan kelancaran acara.

“Kami mengatur lalu lintas dan menutup satu ruas Jembatan IV Barelang untuk memberi ruang bagi warga berdoa,” katanya.

Penulis: jd

Share

Recent Posts

  • Hukum Kriminal

Samarkan Narkoba ke Kemasan Makanan Kering, BNN Ungkap Jaringan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia

Ilustrasi berbagai jenis narkoba. F. Chatgpt TelegrapNews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri bersama…

15 jam ago
  • Hukum Kriminal

Diduga Simpan Narkoba Puluhan Kilogram, BNN Kepri Grebek Ruko di Batuampar

Terlihat mobil dinas milik BNN Kepri menunggu deoan ruko yang menjadi lokasi penggrebekan di Batuampar.…

17 jam ago
  • Nasional

Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia, Ini Dia Daerah dengan Kualitas Udara Paling Tidak Sehat di Dunia

Ilustrasi kualitas udara yang buruk di Jakarta. F. Istimewa TelerapNews.com - Situs pemantau kualitas Udara…

22 jam ago
  • Nasional

1.583 WNI Jalani Proses Hukum di Johor Bahru,107 Orang Terima Bantuan Kemanusiaan

Sejumlah WNI Binaan di penjara di Johor Bharu Malaysia. F. Istimewa TelegrapNews.com - Menjelang HUT…

22 jam ago
  • Batam

Penerima Alokasi Wajib Laporkan Progres Pembangunan Maksimal 31 Agustus 2026

BP Batam bakal menerbitkan Perka baru soal lahan tidur di Batam (ilustrasi) TelegrapNews.com - Badan…

23 jam ago
  • Ekonomi

Harga Emas Naik Hingga Rp15 Ribu per Gram

Ilustrasi Emas. F . Istimewa TelegrapNews.com - Harga emas Antam, yang dipantau dari laman Logam…

2 hari ago